MENGGUGAH NURANI KEMANUSIAAN DAN SOSIAL MELALUI BUKU TOTTO-CHAN’S CHILDREN (GADIS CILIK dI JENDELA)
JUDUL ; TOTTO-CHAN’S CHILDREN
A
Goodwill Journey to the Children of the World
PENULIS : TETSUKO KUROYANAGI
PENERBIT :
PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
TAHUN TERBIT : Juli - 2010
KOTA TERBIT : JAKARTA
JUMLAH HALAMAN : 328 halaman / 20 cm
BERAT /DIMENSI : 500 gr
ISBN : 9789792259988
Sudahkah anda menonton film “Gadis Cilik di
Jendela” yang diangkat dari buku Totto-Chan's Children: A Goodwill Journey to
the Children of the World karya Tetsuko Kuroyanagi. Beliau adalah seorang
aktris, pembawa acara televisi, dan penulis terkenal asal Jepang. Benar bahwa buku
ini sekuel dari “ Totto-chan: The Little Girl at the Window” , yang
menceritakan pengalaman masa kecil Kuroyanagi di sekolah Tomoe Gakuen. Dalam
buku ini, Kuroyanagi melanjutkan semangat kepeduliannya terhadap anak-anak
dengan menggambarkan kisah-kisah yang menyentuh dari perjalanannya mengunjungi
anak-anak di berbagai penjuru dunia sebagai duta UNICEF. Ia memang seorang
penulis yang produktif, terbukti dari buku lain yang telah ditulis oleh
Kuroyanagi yaitu Panda and I. Lantas mengapa buku Totto- Chan’s Children ini sangat
istimewa diantara buku-bukunya yang lain ? , tentu karena buku ini merupakan
kisah nyata atau “true Story” dari hampir seluruh belahan dunia, dan kita dapat
memantik gerakan-gerakan sosial melalui cerita-cerita dalam kisah nyatanya.
Kuroyanagi, yang dikenal dengan julukan
"Totto-chan" sejak kecil, berbagi pengalaman pribadinya selama
bertahun-tahun bekerja untuk UNICEF . Namun buku ini tidak hanya berisi
cerita-cerita perjalanan, tetapi juga menggambarkan realitas yang dihadapi
anak-anak di negara-negara berkembang—dari kemiskinan, konflik, hingga
kelaparan. Melalui narasi yang penuh empati, Kuroyanagi membawa pembaca lebih
dekat kepada kehidupan anak-anak yang ia temui dan bagaimana mereka tetap
mempertahankan harapan di tengah kesulitan.
Yang membuat buku ini
memikat saya sebagai pembaca adalah cara Kuroyanagi menyampaikan cerita-cerita
tersebut dengan penuh empati dan kejujuran. Dia tidak hanya menceritakan
kisah-kisah yang mengharukan, tetapi juga memberikan gambaran yang kuat tentang
betapa pentingnya cinta, perhatian, dan bantuan dari masyarakat global untuk
anak-anak ini. Selain itu, gaya penulisan Kuroyanagi yang sederhana namun penuh
perasaan membuat saya merasa hanyut dengan kisah-kisah yang ia paparkan.
Kisah yang paling membekas dalam ingatan
saya ketika membaca buku ini adalah kata-kata seorang anak laki-laki berumur
sepuluh tahun di dalam bangsal ketika Kuroyanagi mengunjungi India pada tahun
1986. Anak laki-laki itu mengalami penyakit yang sangat memprihatinkan yaitu
tetanus dan nyaris merenggut nyawanya. Namun hal yang sangat diluar dugaan
Kuroyanagi ditengah tubuhnya yang sekarat itu perawat mengatakan bahwa anak
tersebut berdoa untuk kebahagiaannya. Ketabahan luar biasa dari seorang anak
yang tidak pernah mengeluh serta merengek.
“ Kumohon, maafkan aku. Aku
benar-benar menyesal tidak bisa memberimu vaksin”.
Kata-kata anak laki-laki itu benar-benar
tidak terduga. Aku begitu terharu hingga harus cepat-cepat meninggalkan bangsal
itu. ( halaman 77)
Kuroyanagi menulis dengan gaya yang
menyentuh, membuat pembaca merasa seolah-olah ikut serta dalam perjalanan
emosional yang ia alami. Setiap cerita ditulis dengan kepekaan yang mendalam,
menyoroti ketangguhan anak-anak yang, meski dalam kondisi sulit, tetap mampu
tersenyum dan menemukan kebahagiaan kecil dalam hidup mereka. Gaya penulisan
Kuroyanagi yang hangat dan manusiawi ini berhasil menjalin hubungan yang kuat
antara kita sebagai pembaca dan subjek-subjek yang ia ceritakan.
Buku totto- chan’s children terdiri dari
beberapa bab yang masing-masing mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Pengantar Perjalanan Kemanusiaan
Kuroyanagi menjelaskan latar belakang
mengapa ia terlibat dalam misi UNICEF dan bagaimana perannya sebagai duta
kemanusiaan membawanya ke berbagai negara yang dilanda kemiskinan, perang, atau
bencana alam.
2. Kisah Anak-Anak dari Berbagai Negara
Setiap bab menceritakan kisah anak-anak
dari negara yang berbeda, seperti Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.
Kisah-kisah ini tidak hanya berfokus pada penderitaan mereka tetapi juga
menyoroti kekuatan, keberanian, dan semangat hidup yang mereka miliki. Negara-negara
yang diceritakan kurang lebih ada 13 negara terangkum dalam 13 BAB pula antara
lain Somalia, Kamboja, Vietnam, dan Ethiopia.
3. Pesan-Pesan Kemanusiaan
Kuroyanagi memberikan refleksi dan
pandangan pribadinya tentang pentingnya cinta, perhatian, dan bantuan untuk
anak-anak ini. Bab ini juga mencakup pengalamannya bekerja dengan berbagai
organisasi kemanusiaan dan bagaimana peran UNICEF membantu anak-anak di
berbagai belahan dunia.
4. Akhir Perjalanan dan Harapan untuk Masa
Depan
Buku ini diakhiri dengan harapan Kuroyanagi
untuk masa depan anak-anak di dunia. Dia menekankan pentingnya pendidikan,
perlindungan, dan kesehatan bagi anak-anak sebagai investasi untuk masa depan
dunia.
Aspek lain yang relevan sekaligus menjadi
kelebihan buku ini menurut saya adalah dari Ilustrasi dan foto dimana buku ini
juga dilengkapi dengan foto-foto dokumentasi perjalanan Kuroyanagi, yang
menambah kedalaman emosional pada cerita-ceritanya. Foto-foto ini menggambarkan
kondisi nyata dari anak-anak yang ditemui Kuroyanagi, memberikan visualisasi
yang mendukung narasi yang disampaikan. Jujur saya katakan bahwa saya sulit
mencari kekurangan buku ini disamping warna cover yang bewarna putih terkesan agak
kurang menarik bagi saya. Namun jika dibantdingkan dengan kelebihan lainnya
menurut saya buku ini layak diberi bintang lima. Maka tak salah jika buku ini
telah diterjemahkan dan diterbitkan di 33 negara lain dan telah terjual lebih
dari tujuh juta eksemplar bahkan masih menjadi buku terlaris di Jepang.
Pesan Moral dan Inspirasi buku ini bukan
hanya menyajikan kisah-kisah menyentuh, tetapi juga menginspirasi pembaca untuk
terlibat dalam upaya kemanusiaan. Kuroyanagi berhasil menyampaikan pesan bahwa
setiap orang memiliki peran dalam membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik,
khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan.
Relevansi global atau keseluruhan kisah-kisah
dalam buku ini adalah kuat dengan isu-isu global, seperti hak asasi manusia,
kemiskinan, dan pendidikan. Kuroyanagi menunjukkan bagaimana situasi di satu
negara dapat mempengaruhi persepsi global tentang kemanusiaan serta kepedulian
sosial.
Buku ini bukan hanya sekedar perjalanan
fisik yang dilakukan oleh Kuroyanagi, tetapi juga perjalanan batin yang
mengajak pembaca untuk memahami bahwa setiap anak, di mana pun mereka berada,
memiliki hak untuk bermimpi dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Buku ini
sangat rekomended sekali karena buku ini secara keseluruhan tidak hanya menjadi
bacaan yang informatif tetapi juga memberikan dorongan moral dan emosional bagi
pembaca untuk berpikir tentang kontribusi mereka terhadap kesejahteraan
anak-anak di seluruh dunia. Jangan sampai ketinggalan untuk membacanya ya
sahabat gpu !

Selamat buat Haqqi, bagus sekali resensi bukunya dan apalagi tentu bukunya..
BalasHapus